Nov 5, 2010

Kura-kura berleher ular

kura-kura 

Dunia veteriner memiliki ranah atau ruang lingkup yang sangat beragam, terutama yang berkaitan dengan keragaman spesies. Sebanyak 40 kura-kura berleher ular dilepas Menteri Kehutanan MS Kaban ke habitat semula di Danau Peto, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, belum lama ini. Satwa langka endemik di Kabupaten Rote Ndao ini sudah terancam punah.
Penurunan populasi kura-kura leher ular ini karena pengambilan langsung dari alam guna memenuhi permintaan perdagangan internasional, terutama di pasar Eropa, Amerika, dan Jepang, pengurangan lahan basah, kebutuhan konsumsi, serta tak adanya perlindungan bagi habitat.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT Luhut Sihombing di Kupang,
belum lama ini, mengatakan, pelepasan kura-kura berleher ular (Chelodina mccordi) ini merupakan upaya mempertahankan kura-kura langka ini di NTT. ”Kura-kura leher ular Pulau Rote awalnya dianggap satu spesies dengan kura-kura leher New Guinea (Chelodina novaguinea). Namun, nama mccordi diberikan oleh William P Mccordi, peneliti dari New York, 1994. Tahun 2004, kura-kura ini masuk kategori satwa terlindungi karena populasinya terus menurun,” kata Sihombing.
Kura-kura ini memiliki bentuk unik karena kecil, leher dan kepala menyerupai ular, serta sisi karapas melengkung ke atas. Panjang leher sama dengan karapas sehingga untuk menyembunyikan kepala, lehernya harus dilipat melingkari karapas. Kura-kura yang dilepas Menteri Kehutanan di habitat semula adalah hasil penangkaran dari PT Alam Nusantara Jayatama, yang sebelumnya diambil dari Danau Peto. Lokasi pelepasan kura-kura ini adalah Danau Peto, Dusun Peto, Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, Rote Ndao.
Sampai tahun 1970-an, masyarakat setempat meyakini kura-kura ini sebagai perwujudan arwah leluhur di Danau Peto dan tidak pernah diperdagangkan. Namun, memasuki 1980-an, kura-kura ini mulai diperdagangkan oleh para pedagang yang datang dari luar Rote. Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Kehutanan NTT Hengki Manesi mengatakan, kura-kura ini dijual di luar negeri dengan harga sampai 15.000 dollar AS per ekor, sementara di Rote Ndao Rp 30.000-Rp 50.000 per ekor. (KOR)

sumber: Kompas.com
sumber foto: R. Andrew Odum, Toledo Zoological Society
Kura-kura leher ular

0 komentar:

Post a Comment